Tampilkan postingan dengan label Gravel Banyuwangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gravel Banyuwangi. Tampilkan semua postingan

Srawet Loop Jalur Gravel Ringan, Gowes Fun Fun

Gravel Banyuwangi Srawet Loop 29 Mei 2025 

Hampir saja lupa caranya menikmati sepeda. Sudah hampir 3 bulan tidak bersepeda sekalipun hanya menuju tempat kerja. Apakah ini sebuah fenomena yang sudah terjadi pada para pesepeda-pesepeda "sesaat (fomo)". ohh tentu saja tidak dan saya pastikan tidak. Lha wong saya sudah bersepeda jauh sebelum pandemi terjadi yaitu sekitar tahun 2013 akhir saya sudah memilih untuk bersepeda.

Ini disebabkan oleh beberapa kesibukan yang dirasakan oleh para orang tua pada umumnya. Mungkin ?. Selain jeda di bulan puasa yang cukup lama dan dengan segala kesibukannya  "ngudang" anak lanang yang telah pulang dari pondok pesantrenya.

Ya sudahlah, 



Alhamdulillah kali ini berkesempatan untuk menyambangi gunung srawet yang ada di kecematan sebelah. Berjarak sekitar 10 km-an dari rumah. *Tergantung anda lewat mana, hahhaha.

Sudah kangen dengan suasana disekitaran gunung Srawet yang ada di desa Kebondalem kecamatan Bangorejo yang masih penuh dengan area persawahan dan suasana khas pedesaan. Kali ini saya memilih untuk memutari Srawet dengan jalur yang tidak terlalu ekstrem di pinggir kaki-kaki gunung Srawet.

Dengan total jarak 30km-an berhasil saya tempuh dengan fun memutari gunung Srawet. Sesekali saya tuntun ketika lewat jalur perkebunan tebu yang berada disisi utara gunung. Jalur tanah yang didominasi tanah liat/lempung ditambah guyuran hujan dimalamnya membuat tambah fun.

Bareng bertemu goweser MTB lain yang sedang melintas di jalanan gunungsari menuju pasar Pedotan. Juga sempat "Deep Talk" dengan anak laki-laki berusia sekolah dasar yang bersepeda di sekitaran rumahnya.

Sungguh harmoni dan membuat pikiran lebih segar. Sesegar kasih sayangmu padaku.

Samar Wulu #4 Genteng, Banyuwangi - Gowes Bareng Seru Menjelang Malam

Samar Wulu #4 Genteng, Banyuwangi - Gowes Bareng Seru Menjelang Malam


Samar Wulu adalah waktu menjelang petang (sore memasuki waktu magrib). Di Banyuwangi di istilahkan "Samar Wulu" atau bisa juga di artikan waktu senja menjelang malam.

Gowes bareng berkonsep Samar Wulu ini disesuaikan dengan kegiatanya yang dilakukan pada waktu sore menjelang malam. Smar wulu ini bisa terbuka untuk umum dan boleh diikuti oleh siapapun dengan semua jenis sepeda apapun. Karena kegiatan giowes bareng ini dimulai dengan start bareng, gowes bareng dan finish bareng tanpa adanya tinggal ditinggal. Samar Wulu digawangi oleh beberapa para pecinta sepeda yang ada di Banyuwangi.

Dalam perjalanannya, Samar Wulu sudah memasuki sesi yang ke-4. Dan kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk ikut, yang dikarenakan lokasi Samar Wulu #4 kali ini cukup dekat dengan rumah saya. Samar Wulu #4 berada di Lapangan RTH Maron Genteng, Banyuwangi yang merupakan markas komunitas sepeda "Sadtruebike".


Start/Finish berada di coffeshop Pine Haus yang berada di dalam RTH Maron Genteng. Start dimulai sekitar jam 16.00 wib dengan berbagai persiapanya. Para pesepeda di wajibkan membawa toolkit untuk menangani beberapa masalah kecil yang mungkin akan terjadi termasuk ban dalam cadangan.

Beberapa komunitas sepeda seperti Federalos Banyuwangi, BMX, MTB Banyuwangi, Roadbike & Fixie ikut ambil di Samar Wulu #4 kali ini sangat seru. Karena jalur samar wulu ini bertipe gravel urban, dimana lewat jalan perkampungan, pedesaan, perkebunan yang nota bene jalan tanah berkerikil/gravel dan sedikit beraspal halus.

Bertemu Teman Lama Yang Termasuk Pencetus Samar Wulu

Beberapa Teman Federalos Yang Ikut Samar Wulu #4

Kali Talang (Salah Satu Rute Yang Harus Dilalui Para Peserta)

Karena konsep gowes bareng, start finish bareng. Kali ini para peserta berhenti semua untuk menunggu salah satu peserta yang sedang mengalami masalah (RD Patah) untuk dilakukan perbaikan.

Sepeda Milik Peserta Sedang Mengalami Kerusakan RD

Kerusakan kembali melanda dan tetap ditemani.

Dikarenakan Samar Wulu ini selalu melewati waktu magrib, maka ketika memasuki waktu magrib bagi yang ingin melaksanakan ibadah sholat magrib akan di persilahkan dan tteap ditunggu bersama-sama.
Jadi kesenangan jalan, ibadah jalan insyaAllah berkah.

Video by Youtube !




Rute by Komoot !

Jalur Gravel 60KM Srawet Loop Start/Finish Radio Bintang Tenggara FM Banyuwangi

Jalur Gravel 60KM Srawet Loop Start/Finish Radio Bintang Tenggara FM Banyuwangi

Bike Sobo Deso - Mengawali tahun baru 2025 dengan tetap sepedaan. Dimana akhir-akhir di tahun 2024 kemarin kegiatan sepedaan saya sangat berkurang dengan berbagai sebab dan musababnya. Karena sudah lama tidak gowes dan mulai bosan, sehingga badan jarang obah dan tenaga mulai melemah.


Memutuskan untuk semangat kembali dengan memasukan tema dalam bawah alam sadar "Tetap Sepedaan". Aku kudu iso sepedaan maneh, fisikku wes melemah, gampang lungkrah, lelah. Iso gak iso aku kudu iso sepedaan maneh. Begitu energi yang mulai saya masukan kembali ke alam pikiran saya di bulan-bulan terkahir tahun 2024.

Alhamdulillah awal tahun 2025 kemarin mendapatkan kesempatan kembali untuk sepedaan. Setelah beberapa hari sebelumnya mencoba buat rute sendiri di komoot dan akhirnya bisa mencobanya di awal januari 2025 kemarin. Sungguh senang, amat senang, pikiran tenang, hati riang, badan terangsang & si biru putih sepertinya juga terbang melayang.

Rute kali ini sengaja dibuat dengan tema ala-ala Gravelan denan memutari gunung Srawet dengan total jarak sekitar 60 km-an. Rute kai ini lengkap dengan menggabungkan suasana pedesaan dan perkotaan. Jalur terdiri dari aspal, paving jalan desa dan jalan persawahan lengkap dengan beberapa lumpur di beberapa titik.

Buat Rute Sendiri - Di Coba Sendiri - Gowes Sendiri - Menyesal sendiri (Ora Kapok / Tidak Menyesal)

Start dari rumah yang kebetulan berada di dekat lokasi masjid Al-Hikmah Jatisari atau 150 meter dari Radio Bintang Tenggara FM Banyuwangi. Yang bisa dikatakan masuk wilayah Banyuwang selatan. Rute saya pilih melewati perkampungan, jalan pinggir kanal, pasar tradisional, kota Jajag, persawahan dan perkebunan menyisir pinggiran gunung Srawet yang berada di desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo dengan suasana khas pedesaan yang hijau-hijau dan penuh kesegaran.

Sepedaan makin asyik karena kondisi sedikit mendung dan habis diguyur hujan semalaman. Sehingga di beberapa titik setelah KM-20 dengan kondisi tanah liat yang basah membuat lebih lengket dan licin.

Asyik seru dan terasa menantang. Dengan satu-satunya tunggangan si biru putih yang sudah menjadi partner tak terpisahkan, membuat menjadi perjalanan ini semakin penuh kehangatan.

Rute Gavel 60KM Srawet Loop ini cocok untuk semua jenis sepeda dan bisa dijajal dalam waktu petang ataupun siang.

Rute Komoot !

Video !


Yang mau njanjal jalur ini ketika berkunjung di Banyuwangi, monggo dipersilahkan.

Rencana Selanjutnya, dengan Tetap Sepedaan di Rute Srawet Loop dan sedikit perubahan jarak menjadi total 100 km.